Mitos Mobil Matic yang Kamu Harus Tahu

Halo Honda Lovers! seringkali pengguna mobil matic dihadapkan dengan permasalahan seputar transmisi yang masih menjadi mitos. Apa sajakah itu? Ini mitos dan fakta mobil matic.

Posisi transmisi saat memanaskan mobil

Ketika memanaskan mobil matic, faktanya adalah posisi transmisi matic boleh di posisi N atau posisi P. Sebab kedua posisi tersebut kondisi mesin sama saja. Ketika berada di kedua titik tersebut, mesin dapat berputar dan oli juga bisa berputar sehingga proses lubrikasi bisa terjadi.

Namun untuk menunjang keamanan saat memanaskan, ada baiknya tetap memposisikan tuas transmisi pada titik P. Posisi di P ini menjamin jika tuas tersenggol, mobil tidak akan melaju tiba-tiba.

Tahan D saat macet bikin aus kampas

Mitos yang kedua dan banyak diperbincangkan adalah posisi transmisi saat bermacet-macetan. Ada anggapan harus di posisi N agar kampas tidak aus. Namun nyatanya, menahan mobil di transmisi D saat macet tidak akan menyebabkan aus pada kopling. Sebab transmisi mobil matic sudah didesain khusus.

Ketika mobil matic ditahan di titik D dengan menggunakan rem, tidak ada gesekan yang terjadi di dalam transmisi. Selain itu, transmisi pada mobil matic sudah didesain khusus sehingga putaran output sudah otomatis dikurangi menjadi sangat lemah saat berhenti.

Penggunaan transmisi saat macet tergantung pada kenyamanan, tidak harus selalu di posisi N atau selalu menahan di titik D.

Mobil matic lebih boros

Mitos yang tidak kalah menghebohkan adalah mobil matic terkenal boros. Faktanya, tidak semua mobil matic demikian. Untuk mobil matic sistem CVT terbaru besutan Honda  justru sudah didesain agar konsumsi bahan bakar menjadi lebih irit dibandingkan mobil manual.

Salah satu faktornya adalah perbandingan gigi cenderung lebih kecil, sehingga putaran mesin lebih konstan. Dengan demikian, konsumsi bahan bakar akan lebih rendah dari manual.

Mobil matic tidak bisa diderek

Mitos lain yang beredar di masyarakat adalah mobil matic tidak bisa diderek. Namun faktanya, mobil matic juga bisa diderek namun ada hal yang perlu diperhatikan. Saat menderek mobil matic, langkah awal ketika akan menderek adalah mengetahui posisi penggerak mobil matic.

Jika mobil berpenggerak depan, maka titik tumpu kedua roda belakang dan yang depan dalam kondisi terangkat, demikian pula sebaliknya. Posisi salah angkat ketika menderek mobil matic dikhawatirkan terjadi kerusakan di sejumlah komponen, seperti katup di dalam transmisi.

Setelah itu, posisikan tuas transmisi di titik N dan mesin dalam kondisi mesin harus dalam keadaan matic selama diderek.

Perawatan mobil matic lebih mahal

Mitos yang juga banyak tersebar adalah perawatan mobil matic yang lebih mahal, namun ternyata tidak benar. Selama perawatan dilakukan dengan benar, perawatan mobil matic justru akan memakan biaya lebih murah daripada mobil manual.

Perawatan mobil matic juga cenderung mudah. Bagian utama adalah pemeriksaan dan penggatian oli transmisi yang tepat waktu. Sementara itu, jangka waktu pergantian oli transmisi mobil matic juga relatif lebih panjang daripada mobil manual.

Tidak terasa Racing, karena tarikan yang lambat

Mitos ini yang paling sering menghantui para pemilik mobil, sistem transmisi CVT yang melengkapi seluruh mobil matic dari Honda mampu memberikan tarikan yang responsif tanpa perlu khawatir terjadi lag saat melakukan akselerasi di jalan. Membuat pengalaman berkendara anda selalu menyenangkan

Nah itu tadi lima mitos mobil matic, sekarang sudah tidak ragu lagi kan buat ambil mobil Honda matic mu di Dealer Honda Anugerah Yogyakarta?

Share this Post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *